Puisi : Mengembaralah

Lihat karang yang tadinya di sana?
Dia hancurkan dirinya sendiri,
demi membiarkanmu lewat.

Maka pergilah. Tiada yang menahanmu.
Doamu terlalu besar untuk kubendung.
Dan lenganmu terlalu besar untuk kugenggam

Jangan pulang. Meski aku punya jutaan luka.
Satu untuk setiap langkah kaki yang kau ambil,
bergerak menjauh dari tepi pantai.

Jalanlah. Di hadapanmu, badai pun sujud minta ampun.

Sebab dalam narasiku, kau bukan penakut.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s