Puisi: Ceritaku Malam Ini

Aku bersungkuri di pintu akhirat ... bersimbah peluh dan air mata.. Aku menuntut duduk bersama Tuhan Aku ingin menggugat keputusanku ..yang memilih menjadi manusia.. Andai aku menjadi kucing... Kutak berumah, ku tidur dipelataran Kubertengkar, ku terluka Tapi aku tidak bersedih Aku tidak menangisi kerabat Aku makan.. Namun yang terpenting, aku tak berdosa Kalaupun aku seekor … Continue reading Puisi: Ceritaku Malam Ini

Advertisements

Puisi : Mengembaralah

Lihat karang yang tadinya di sana? Dia hancurkan dirinya sendiri, demi membiarkanmu lewat. Maka pergilah. Tiada yang menahanmu. Doamu terlalu besar untuk kubendung. Dan lenganmu terlalu besar untuk kugenggam Jangan pulang. Meski aku punya jutaan luka. Satu untuk setiap langkah kaki yang kau ambil, bergerak menjauh dari tepi pantai. Jalanlah. Di hadapanmu, badai pun sujud … Continue reading Puisi : Mengembaralah

Puisi: Benda-Benda Di Langit

Namanya bintang, yang bersinar terang itu Jauh dari ujung jemari Kau berjinjit, melompat, berlari Kau berdarah untuk mencari apa yang kau sebut rumah Nyatanya kampung tak akan pernah berpindah Namanya mentari, yang memanggang kaki para pelari Dekat dengan bintang Mentari ada di setiap tempat yang kau sebut "pulang" Melintang ke barat dan timur di atas … Continue reading Puisi: Benda-Benda Di Langit

Puisi : Kisah Mereka Yang Ditinggal

Diantara mereka yang datang dan pergi ada sekelompok yang menetap Mereka menjatuhkan lutut, mengangkat tangan dam menundukan kepala untuk berdoa Digenggamnya susuran tak kasat mata yang menjadi jembatan antara dunia yang di atas dengan dunia hina di bawah Sebagian meminta diselamatkan, sebagian menyelamatkan Dan yang diam itu bukan berarti tidak ada Pun yang berbunyi tak … Continue reading Puisi : Kisah Mereka Yang Ditinggal

Cerpen Kehidupan : Jangan Berlayar

Kapten punya segudang persediaan. Kapten tahu semua tentang lautan. Di laut kapten tidak akan kelaparan, apalagi hilang ditelan. Satu yang kapten tidak punya; izin berlayar. Kapten duduk memunggungi dinding rumahnya. Seraya melamun, dipandanginya titik-titik putih di langit biru, yang dari sanalah kapten bisa mengenal lautannya. Langit itu cerah seperti biasa. Sejenak kapten menutup mata demi … Continue reading Cerpen Kehidupan : Jangan Berlayar

Puisi : Rindu Membisu

Kala rindu hanya diam membisu Ada tangan yang mencoba menggapai masa lalu Waktu kamu tertawa Waktu kamu bahagia Bicaralah pada angin yang terus bergulir Membawa nafasmu ke dekatku Ada rindu yang tak tersampaikan Ada rasa yang terkunci dalam peti Kaki membawaku mendekat Pada sosok yang berdiri di ujung daratan Malu aku pada kupu kupu Terbang … Continue reading Puisi : Rindu Membisu

Puisi : Menulis

Kurasakan damai saat tanganku menggores tinta di atas kertas Rindu aku dalam pelukan diksi Rindu aku pada air mata renung Damai aku kala bercengkrama dengan kata Bersenda gurau seolah kupunya teman Aku bersemi, aku tampak berani Suara mereka menobrakku, mereka mungkin mencoba Ada getaran kala mereka melebur tanah tempatku berdiri Aku memejamkan mata Mendengar nasihat … Continue reading Puisi : Menulis